Mofime

My Mind Of Anime, Manga, Light Novel, and Novel

“Lucunya, orang-orang yang berwajah malaikat tidak sedikit yang berhati Iblis”

Anyone can close their eyes, pretend that nothing is wrong—Didunia maya, yang katanya sebuah dunia tanpa kejelasan. Di facebook misalnya, orang-orang menulis sesuatu, bahkan di kolom status itu selalu bertanya ‘Apa yang anda pikirkan?’ Sebagai salah satu user facebook yang cukup aktif, aku punya seorang teman yang  kukenal didunia nyata.

Ceritanya, sebut saja namanya Louci(nama samaran), didunia nyata Louci adalah orang yang bisa disebut ‘suka bergaul’, ‘aktif’ dan tergolong ceria. Tapi didunia maya Louci, menulis status— isinya kurang lebih menunjukkan—dia adalah orang ter tidak beruntung didunia ini. Dia seperti menulis sesuatu yang seperti kebalikannya didunia nyata, oh well, itu bukan hal yang mengherankan, itu hal yang juga umum dilakukan orang-orang jika kau biasa mengamati dunia maya. Beberapa tahun lalu, mungkin juga sekarang— berpikir bahwa kau orang ter tidak beruntung didunia ini, orang paling benar didunia ini, orang tercantik didunia ini, atau orang ter bermasalah didunia ini.

Biasanya orang-orang— terutama sebagai anak SMP, saat memperhatikan anak-anak disekitar, dan melihat rata-rata, hampir 99% dari yangku amati, hanya melihat atau menilai melalui ‘wajah’, kenyamanan dan ketidak nyamanan dan sebagainya yang berakhir pada ‘paling nyaman dihati’. Dan padahal, dibalik orang berwajah malaikat, tak sedikit yang berhati Iblis. Banyak orang seperti itu, kau bisa lihat para koruptor yang korupsi Milyaran uang Negara, yang wajahnya biasa-biasa saja— tanpa melihatkan wajah bersalah, bahkan tak sedikit yang berwajah malaikat. Oh ya.. penilaian wajah itu relatif.

Aku juga kenal orang yang terlihat ‘baik’, dan ‘alim’ didunia nyata. Didunia maya, dia menunjukkan seringai iblisnya, membuat berpikir berulang kali soal wajah/sikap seseorang.
Kemudian, kau tahu? Dalam psikologi, dengan melihat foto, apapun ekspresinya, para psikolog bisa menilai dengan akurat sifatnya meskipun tak mengenali orang itu. Hanya dengan melihat ‘wajah’, tanpa menggunakan kekuatan supranatural, sebuah ajaran yang murni ‘Ilmu pengetahuan’. Sebuah renungan, jika fotomu kau sebarkan didunia maya, sebut saja sudah banyak orang yang bisa psikologi wajah manusia, dengan menyebarkan fotomu kau menunjukan dan menyebarkan siapa sebenarnya dirimu.

Alam semesta ini juga punya kaidah ‘dari hati ke hati’.

Jadi, apa yang inginku katakan adalah: bahwa matamu bisa menjadi hal yang paling menipu, dan ada orang didunia ini yang bisa menilaimu dari wajahmu meskipun yang kau berikan ekspresi palsu.

Diberdayakan oleh Blogger.