Hari itu tanggal 17, Februari. Dia berkata tentang definisi jenius, genius,
atau apalah mereka menyebutnya. Dia menyampaikan kurang lebih dikepalaku,
ungkapannya sama dengan bahwa jenius itu adalah seorang ekstrovert. Kesalahanku dimulai, aku membaca sejarah bahwa
dimasa lalu, banyak introvert genius, seperti Sir Isaac Newton.
Newton adalah seorang genius. Hanya karena ‘memerhatikan apel’ jatuh dia mendapat ide tentang
hukum gravitasi! Berapa banyak orang yang memerhatikan apel jatuh didunia ini?
Apakah dia menyadari ada gravitasi? Berapa banyak orang sadar benda-benda bumi
jatuh ketanah? Apa ia sadar gravitasi? Oh ya, sisi lain dari dirinya dia adalah kutu
buku dan seorang introvert, dalam buku ‘A Brief History of Time’, Stephen
Hawking bahkan megolok-oloknya. Dia dikatakan sebagai seorang ‘kurang gaul’.
Meskipun begitu, aku kagum kegeniusannya, bahkan Michael .H. Hart menempatkannya
sebagai orang berpengaruh didunia nomor 2 setelah nabi Muhammad saw dalam
bukunya “100 Orang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Dunia”.
Aku
melakukan perdebatan, yang sebenarnya tidak penting sama sekali! itu terjadi di Facebook.
Ceritanya,
sebut saja namanya LY, dia menulis status di facebook bahwa jenius itu... yang
seperti yang aku jelaskan diparagraf pertama. Kemudian aku menyampaikan itu
secara singkat(yang aku jelaskan diparagraf pertama) dengan tambahan bahwa
Davinci menulis diari. Tahu artinya apa? Right! Dia tidak menceritakannya pada
orang-orang, kemudian pacarnya/temannya si LY(entah bagaimana mereka
menyebutnya, bagiku sebenarnya pacar hanya sebutan. Banyak sebutan yang berbeda untuk
suatu hal yang sama didunia ini. Seperti pacaran dalam bahasa Indonesia,
Girlfriend atau Boyfriend dalam bahasa Ingris, koibito/恋人 dalam bahasa jepang yang artinya sama, yaitu ‘pacaran’),
anggap saja nama pacarnya ZY. Kemudian pacar atau temannya itu menulis padaku
“Kamu
kayak ciri-ciri yang ada disitu”. Oh tuhan... padahal aku ini Introvert, aku
bodoh! Dan tidak genius sedikitpun.
“Genius
dari mana, aku bodoh” balasku
“Iih
merendah terus” jawabnya.
“Gak
apa-apa merendah, toh manusia dari tanah. Gak masalah diinjek!” Aku merasa,
jika manusia sadar tidak akan menginjak satu sama lain. Karena dia hanyalah
dari tanah, sayangnya orang-orang terlalu serius berfikir tentang diri sendiri.
Nah,
disinilah masalahnya mulai. Pacarnya, si LY yang membalas komentarku dengan
berkata “Hanya nabi Adam yang dari tanah. Manusia dari setes air yang hina”.
Kemudian dia mengutip ayat al-Qur’an Q.S.76:37-40. Periksa! Apa ada surah
al-Qur’an ke 76(Surah al-Insaan) ayat 37? Tidak ada! Apa lagi sampai 40! Surah
76 hanya sampai ayat 31! Tanpa memedulikannya, aku membalas karena dia
memberikan arti dalam bahasa Indonesia.
“Manusia
bukan dari satu tetes, tapi satu tetes itu dibagi lagi.” Kemudian dia menjawab komentarku, dengan terang-terangan menyebut 'mani', teori yang ia sampaikan juga salah— aku anggap saja salah ketik— kemudian aku hanya memperhatikan kesalahan-kesalahannya, membuatnya berbelit-belit, pada akhirnya dia sadar teorinya salah. Dalam buku aku membaca, lelaki normal dalam sekali ejakulasi mengeluarkan 500 juta sperma,
diantara 500 juta itu hanya 1 yang membuahi. Karena itulah aku sebut 'bagi'.
Dan entah karena apa dia, mungkin salah konsepsi karena aku malas menjelaskannya,
itu terlalu panjang. Kemudian dia berkata,
“Al-Qur’an
tidak pernah salah, sedangkan buku belum tentu kebenarannya, betapa khilafnya
dirimu” balas LY, Aku tidak menyalahkan al-Qur’an sama sekali! Mungkin karena
dikatakan khilaf, karena masih ada sifat congkak dalam diriku yang tidak aku
sadari waktu itu. Kemudian aku menjelaskan
“Dalam
al-qur’an ada yang namanya terjemahan Universal. Dalam setiap al-qur’an
terjemahan biasanya ada penjelasan-penjelasan, semacam temannya fi’il” balasku.
Aku
membalasnya demikian, karena alasan yang ada diotakku, biasanya ustad-ustad
menjelaskannya dalam ceramah, dan menguraikan perkataannya, seperti halnya jika
kau belajar bahasa Ingris akan menemukan kata bentuk waktu atau tense, tapi tidak
demikian dengan al-qur’an terjemahan, dia menerjemahkannya secara universal
tanpa penguraian, tapi jika kau belajar bahasa Arab tentu kau akan menemukannya
dan tentu, dengan nama yang berbeda.
Pada
hari jum'at, tanggal 20 februari, 2015. Aku mendengarkan khutbah di Mesjid,
khutbahnya berjudul 'Ciri-ciri Umat Nabi Muhamad saw', disalah satu
penjelasannya, ustad itu mengatakan
“Diantara
masyarakat diseluruh dunia, masyarakat Arablah yang dipanggil pertama kali
untuk masuk shurga, kenapa? Karena masyarakat Arab itu pemaaf. Dan bacaan yang
kita baca untuk shalat itu adalah bahasa Arab. “ Kemudian tentang bahasa Arab,
ustad itu menambahkan “Setelah diteliti, Bahasa Arab yang kita
pahami dengan Bahasa Arab, yang orang Arab pahami memiliki perbedaan makna 75%
dari yang kita pahami. Karena itu bahasa Arab mereka!, Oh.. akhirnya
aku paham kenapa Imam syafi'i menghabiskan banyak waktunya untuk belajar bahasa
Arab.
Kemudian
aku menjelaskannya lagi dalam satu kolom komentar tentang hal itu. Serta contoh
ceramahnya Dr. Zakir Naik yang aku tonton, kita tahu bahwa Dr. Zakir Naik
adalah pendakwah Islam Internasional dia hafal al-Qur’an, hafal hadis, bahkan
hafal Injil dan Thalmud, serta kitabnya orang Buddha! Jika kau melihat debatnya
di Channel Youtubenya, dia menang melawan para Pastur!
Kemudian
si LY membalas “Video hanya buatan manusia!”, ya itu benar dengan catatan,
Video juga telah mendapat Izin dari tuhan. Tuhan Maha Segalanya!
Kemudian
karena kemalaman, kami melanjutkan debat itu besok harinya setelah pulang
sekolah. Waktu itu aku tidur jam 3 malam, aku keasikan membaca. Juga karena
PR BAM belum siap, aku menuntaskannya sambil menonton Channel Youtube One Ok
Rock dan membaca sejarah band tersebut.
Kemudian,
besok harinya dalam udara dingin. Aku didalam kamar, menonton film Law Abiding
Citizen. Kebetulan film itu mempengaruhiku, Character dengan taktik geniusnya membunuh para Hakim penerap sistem Hukum Amerika yang rusak! Anak dan istrinyanya dibunuh oleh
dua orang penjahat, peradilan A.S bukannya menghukum mati terdakwah yang paling
bersalah dalam kejahatan itu, tapi malah membebaskannya. Melihat taktiknya yang
luar biasa, dalam menyadarkan peradilan aku kagum. Aku juga emosi, karena
memikirkan peradilan di negeri kita tak kalah busuknya!
“Apabila
kau mempermainkan keadilan, kau akan lihat malaikat bersayap yang elok, berubah
menjadi iblis paling mengerikan”
Setelah
menonton itu, aku membuka akun facebook. Dia, SI LY telah membalasnya. Dan
kesalahan fatalku dimulai! Aku larut dalam emosi film Law Abiding Citizen tadi.
Kemudian membalasnya dengan emosi. Dan daripengalamanku, aku membalas
komentarnya, dalam debat itu tidak penting sama sekali! Tapi karena setan terus
mendesakku, aku berterus terang bahwa aku merasa bahwa dirinya sombong! Aku
merasa bahwa dia menjijikkan! Dia menghakimiku tanpa tahu apa yang aku
pikirkan! Dan aku juga katakan, aku bahkan lebih buruk darinya asal dia tahu!
Aku
merasa emosi, tidak hanya karena film yang kutonton, jika belajar psikologi kaukan
temukan bahwa jika kau kurang tidur, emosimu tidak akan seimbang, kaukan lebih
cepat marah.
Bagaimanapun,
emosi tetaplah emosi. Dia bisa membuat orang hancur dalam sekejap. Oh ya
sekejap! Aku melancarkan kata kasar, bahwa jika dia “bukan terbuat dari tanah
tentu tidak harus dikuburkan ditanah”. Aku meneruskannya dengan mengetik “ Jika
kau terbuat dari setetes mani, dimana aku harus menguburkanmu? Diudara? Atau
perlu aku kuburkan kerahim ibumu lagi?”
Kemudian
dia mengutip ayat tuhan! Oh sekali lagi ayat tuhan! Aku tidak benci al-Qur’an,
tapi dia menodainya. Membuatku hampir menjadi Islam phobia. Jika saja aku
seorang atheis, karena sikapnya yang aku rasa, yang merasa dirinya paling
benar. Pastilah aku langsung menjadi Islam phobia!
Jangan
sampai membawa nama tuhan, jika nafsumu hanya ingin menang! Jangan membawa nama
tuhan jika kau pikir kau benar! Kau merendahkan ke
Agungan tuhan, dengan memberi label stereotip pada tuhan dengan segala
kelemahanmu. Manusia berada dalam bayang-bayang setan, tidak hanya itu,
seringnya setan itu adalah diri sendiri. Diantara semua hal, aku paling tidak
suka dan takut jika harus bertanggung jawab tentang tuhan. Mungkin tidak sama,
right! Itu karena kesombongan manusia.
Dan
juga, kau tahu, diantara kata kotor. Aku paling suka kata ‘persetan’. Setan
selalu menemaniku kapanpun, seperti halnya tuhan. Ia selalu berbisik padaku
tentang kejahatan, dimanapun dan sampai aku mati. Ia menjadi sahabat dan musuh
yang paling baik dan jahat yang berbisik tentang kejahatan, kemudian dalam
keheningan yang ‘terdekat’ langsung mengajariku. Aku berterimakasih pada setan,
tanpa alasan apapun, hanya karena ‘ingin’, dia rela keluar dari shurga demi
menyesatkan manusia, bahkan demiku. Aku berterima kasih pada setan, baik dalam
bentuk jin maupun manusia, TERIMA KASIH.
Kemudian
dari sana, si LY kubiarkan bertanya sepuasnya dan aku abaikan. Tak aku jawab,
karena sebelumnya, jauh detik sebelum itu, aku sadar debat itu TIDAK PENTING!
Sangat-sangat TIDAK PENTING!
Jadi
aku membiarkannya, karena jika aku membalas. Aku akan bertambah emosi, dan dia hanya akan— kupikir bertambah sombong.
Disisi
lain, sebelum perdebatan itu aku juga telah mengatakan pada ZY, bahwa kita
tidak bersahabat lagi(Before, I and ZY is a Friend). Kenapa? Karena aku fikir dia tidak percaya padaku sama
sekali akhir-akhir itu.
“Pertemanan
terbentuk karena kecocokan, persahabatan karena kepercayaan, dan pacaran karena
kecocokan, kepercayaan, dan kenyamanan. Tanpa kenyamanan semuanya hancur.”
Itulah
prinsipku dalam hubungan, bagiku setiap orang harus bertanggung jawab atas
perbuatannya! Kemudian dia bertanya secara spesifik melalui chat, Kenapa? Aku
tidak bisa menjelaskannya waktu itu, emosiku masih kacau! Aku masih merasa
marah. Yah, aku rasa, dari semuanya. Oh ya, Aku jatuh cinta pada hening! Tak
ada yang bisa menyentuhnya, dia dapatku percaya, aku merasa cocok dengannya,
dan dia membuatku nyaman.
Dengan
membiarkan pertanyaan-pertanyaan si LY dan ZY, aku kemudian menghapus akun
Facebook-ku untuk selamanya, beberapa bulan sebelumnya aku sudah berjanji pada kakak yang tak pernah aku
kenali didunia nyata, tapi kami menjalin pertemanan di Facebook, seperti janjiku
bahwa aku juga akan menghapus akun facebookku seperti yang ia lakukan, dan aku
juga berjanji demikian. Dan aku pikir saat itulah waktu yang tepat.
Aku
tidak terima saat LY mengatakan bahwa buku itu belum tentu benar, meskipun itu tak sepenuhnya salah, dan mengutip
ayat tuhan yang letaknya tak kutemui... Dan yang pasti, dia memberikan sumber
yang salah! Dan tidak tahu dan tidak mahu tahu penjelasan bahwa sebenarnya
al-Qur’an terjemahan biasanya hanya memberikan terjemahan Universal, tanpa
penjelasan kata ‘tense’, dan penjelasan ‘perkata’ lainnya. Dan dia tidak
menerima kitab Tafsir at-Thabari yang diakui kitab tafsir al-Qur’an yang diakui
sampai sekarang. Sayangnya, sewaktu at-Thabari ada, belum dikemukakan tentang
teori bahwa dalam sekali ejakulasi lelaki normal mengeluarkan 500 juta sperma
dan pembunuhan masal disana.
Aku
cinta buku! Dan aku tidak terima jika ada yang mencacinya, dan aku sangat tahu
tentang distorsi pengetahuan. Contohnya, “Pembodohan Masal bernama Pemanasan
Global”. Aku cinta al-Qur’an, dan aku tidak suka bila ada orang yang malah
meletakkannya pada tempat yang salah!
Kau
tahu, sifatnya si LY , aku pikir sama dengan penjahat dalam film Batman:Begins.
Yang merasa dirinya wakil tuhan. Tanpa mau berfikir, apa dia itu adalah wakil
Iblis!? Oh ya... dan aku juga bersalah karena meladeninya dan dia meladeniku.
Kau
tahu? Sutradara film itu, Christoper Nolan juga adalah seorang genius!